Indonesia Endgame: Properti Indonesia Setelah Pemilu dan Lebaran

    2019-05-06

Nata Susanto, Praktisi Properti

HARIANPROPERTY.COM, JAKARTA- Setelah Thanos menjentikkan jarinya, setengah dari penduduk alam semesta hilang meninggalkan setengah yang tersisa dan hidup dalam keadaan menyedihkan. Para Superhero pun sampai tidak bisa move on.

Datanglah Ant-man dari Negeri quantum membawa harapan untuk mengembalikan keadaan. Alur apik tidak tertebak Russo Brothers (sang sutradara) yang merangkai 22 film menjadi 1 cerita membuat penonton diajak kembali ke titik kulminasi masing-masing dan kembali ke masa lalu untuk memperbaiki keadaan di masa depan. Well, part of the journey is the end.*

Seperti diketahui, lima tahun belakangan ini ekonomi Indonesia seperti minim senyum cerah termasuk di industri properti. Setelah melewati masa-masa penuh gejolak politik dan ekonomi, Indonesia baru saja mengadakan pesta demokrasi terbesar di dunia pada 17 April kemarin.

Apa akhirnya? Dunia usaha Indonesia harap-harap cemas menunggu Indonesia: Endgame setelah tanggal 22 Mei 2019.

Banyak harapan muncul agar iklim politik dan ekonomi di Indonesia semakin damai dan Makmur. Melihat senyum cerah para investor memandang monitor dengan panah hijau saham membumbung tinggi. Melihat senyum cerah para pengusaha dan pedagang, stok keluar masuk dengan lancar sebelum membusuk sempat dimakan tikus. Melihat senyum cerah para pekerja baik kerah putih atau kerah biru, dompet tebal dan tabungan gendut.

Yakin, ini adalah Indonesia: Endgame yang dinanti para fans.

Pun cerita belum usai. Mei 2019 adalah bulan Ramadhan, dalam bulan suci penuh berkah, keadaan damai menjadi harapan semua orang. Juni 2019, lain bulan lain ceritanya. Momentum lebaran tiba.

Saat Ramadhan dan lebaran para pemain properti sudah bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi karena merupakan siklus tahunan yang dapat diantisipasi. Pemain awam sudah mempersiapkan liburan dan Lebaran, ikut dengan siklus, sudah tahu bahwa fokus market adalah untuk liburan bukan membeli rumah.

Superhero berbeda, melihat jeli celah pasar yang melambat, bukan berhenti. Malah membuat penawaran menggoda untuk menyerap market yang mendapatkan THR. Apakah ada bulan yang lebih baik untuk membeli rumah dibandingkan dengan bulan suci? Kini perbankan mulai sibuk mempersiapkan perang kredit di semester dua 2019 menghadapi kenyataan di 2018 yang tidak mendatangkan hasil memuaskan.

Semua rajin menganalisa keadaan, mengajak meeting internal dengan semua stake holder, mengundang Developer dengan jamuan untuk mendapatkan insight dari sudut pandang yang berbeda. Senjata-senjata andalan pun dikeluarkan mulai dari bunga rendah, gratis biaya admin, potongan asuransi, perpanjangan tenor 25 tahun sampai ke bunga 0%, balloon payment, instant approval dll.

Market bisa memilih mana yang cocok dengan selera.

Indonesia Bangkit

Perang antar Avenger, Captain Indonesia vs Indonesia Man, harus berhenti karena masa depan yang lebih besar sudah menanti. Masing-masing punya visi, misi dan program yang ciamik. Pun besar kecintaan kepada Ibu Pertiwi tidak perlu diragukan lagi. Yang terpenting adalah Superhero yang menang dan yang kalah harus bisa Move on. Gagal move on dari mantan aja merana, apalagi gagal move on yang kelas kebangsaan. Btw, menurut Anda, siapa yang mana?

Jika visi, misi dan program dilanjutkan, akan ada kepastian untuk para investor internasional maupun nasional. Geliat ekonomi akan jelas terbayang. Apa yang difokuskan dan apa yang akan dilakukan oleh yang memegang setir mudah terpetakan, sebagian perjalanan sudah dijalani bersama tinggal tancap gas poll untuk mencapai yang belum. Market akan mengeluarkan pundi-pundi simpanan, yang tidak kelihatan pun akan diusahakan bermanfaat, masa menunggu 5 tahun lagi baru di gunakan? Pilihan logis untuk belanja dan untuk mencuci adalah properti. Anda setuju sekali atau setuju saja dengan saya?

Kenapa nomenklaturnya adalah PUPR? Karena yang didahulukan adalah Pekerjaan Umum, baru sesudahnya Perumahan Rakyat. Yang sudah banyak dilakukan adalah Pekerjaan Umum, yang akan dilakukan selanjutnya adalah Perumahan Rakyat. Developer sebentar lagi bisa tersenyum cerah karena waktu dan kepastian perizinan bisa didapatkan. 100 industri terkait dengan industri properti akan membaik. Properti akan memimpin di depan bak T’Challa meneriakan “Indonesia Forever!!”

Jika visi, misi dan program berganti, akan ada angin perubahan terutama di birokrasi dan perpajakan. Angin perubahan ini campuran antara rasa nostalgia dan rasa millennial. Kekakuan dunia usaha akan mulai longgar, suasana santai akan merebak, aroma uang akan tercium dimana-mana. Dimana ada peluang di situ ada keuntungan. Dari zaman Infinity Stone diciptakan sampai sekarang, tetap properti yang jadi idola menyimpan keuntungan. Apakah kaya karena properti atau karena kaya membeli properti, untuk kita superhero properti senyum cerah semakin melebar.

Bukan satu atau dua, tapi Persatuan Indonesia. Market PASTI akan bergerak positif bukan karena Superhero effect, tapi karena memang sudah kelamaan Mager kaya Thor.

Yang kecewa menunggu Credit Scene, saya obati kekecewaannya. Angkatan millennial sudah memasuki usia produktif dan mendominasi di semua sektor ekonomi dengan teknologi baru. Indonesia akan menikmati Bonus Demografi se-seksi Black Widow.

Indonesia tidak perlu Thanos yang Inevitable, Indonesia perlu Indonesia Man yang mampu menempatkan masa depan diatas kepentingan. I ♥ Indonesia 3000

*Nata Susanto, Praktisi Properti.

Comment

Comodo SSL