Jual 70 Unit per Bulan, Ini Resep Rahasia Trinity Property Group Jual Apartemen di Masa Pilpres
- 2018-08-27
Alam Sutera, HarianProperty.com-Meski Pemilihan Presiden (Pilpres) baru diadakan tahun depan, iklim pertarungan Pilpres sudah terasa dari sekarang, terlebih di media sosial.
Di situasi yang mulai memanas saat ini, banyak developer yang main aman. Mereka tidak jor-joran memasarkan produk mereka, apalagi meluncurkan produk baru.
Di kala para pengembang memilih tiarap di masa Pilpres, Trinity Property Group malah gahar memasarkan produk terbaru mereka yakni apartemen Collin Boulevard di Jalan Raya Serpong.
Hasilnya pun mencengangkan. Dari 1.000 unit yang dijual di tower pertama, pengembang mengklaim berhasil menjual 600 unit apartemen hanya dalam waktu beberapa bulan.
Secara eksklusif, Procurement Director Trinity Property Group, Johanes membocorkan resep rahasa Trinity Property Group kepada HarianProperty.com.
Menurut Pak Jo, panggilan akrabnya, di masa Pilpres, banyak orang yang enggak berani jualan. “Jadi kita jualan sendiri, jadi kue yang ada cenderung masuk ke sini. Kami sebulan bisa jual 60-70 unit,” ungkap Pak Jo.

Hal ini berbeda dengan pengembang-pengembang yang berada di BSD. Menurut Pak Jo, pengembang di BSD susah jualan karena pasar landed di sana sangat besar. "Di sana kalau tidak salah hanya 5 unit apartemen per bulan," ungkapnya.
Pak Jo menambahkan, justru di masa sekarang, pengembang seharusnya berani jor-joran dalam beriklan.
“Kami pasang billboard tidak hanya satu titik, tapi 4-5 titik secara bersamaan. Kami juga memanfaatkan media sosial seperti Instragram,” ujarnya di Yukata Marketing Office, Alam Sutera beberapa waktu silam.
Selain berani berpromosi, Pak Jo mengatakan bahwa tim marketing juga berperan sangat penting. “Kami punya tim marketing yang muda, energik dan militan,” ujarnya.
Ketiga menurut Pak Jo, pameran yang rutin adalah salah satu hal yang mendongkrak angka penjualan mereka. Pak Jo menyebut, pihaknya sering mengadakan pameran di beberapa titik di Tangerang dan Jakarta.
“Kami biasanya mengadakan pameran di Mal Living World. Kami juga sering mengadakan pameran di Puri, Central Park dan Taman Anggrek. Yang bagus itu di Mal Living World dan Puri,” paparnya.
Menempati lahan 2,4 hektare, Collins Boulevard adalah satu-satunya proyek berkonsep mixed-use di Jalan Raya Serpong.
.jpg)
Johanes, Procurement Director Trinity Property Group
Dengan total investasi mencapai Rp 2,4 triliun, proyek terpadu ini akan terdiri dari 3 tower apartemen lengkap dengan satu tower perkantoran dan satu hotel bintang 4.
Pak Jo menjelaskan, konsep apartemen Collins Boulevard akan bernuansa art yang terinspirasi dari negeri Australian.
“Di lantai satu seluas 9.000m2, akan kami jadikan pameran seni dipadu dengan FnB. Tempat untuk nongkrong-nongkrong.”
Dengan pelbagai fasilitas lengkap mulai dari lahan parkir 7 lantai, swimming pool hingga fitness center, harga unit di Collins Boulevard dibanderol mulai dengan harga Rp 400 juta tipe studio untuk cash keras. Ada pula tipe one bedroom dan 2 bedroom.
Namun, tipe cash keras bukanlah pilihan favorit pembeli Collins Boulevard. Menurut Pak Jo, orang lebih suka pembayaran installment mulai dari 36-48 kali.
“Kami bisa tidak pakai DP. Orangnya langsung bayar cicilan. Untuk tipe studio, mungkin cicilannya bisa Rp 8-9 juta per bulan,” katanya.
Dari 600 unit yang sudah terjual, Pak Jo mengatakan bahwa pembeli rata-rata di apartemen Collins Boulevard adalah anak kuliahan. “Di sini ada banyak kampus mulai UBM (Univestistas Bunda Mulia) hingga Binus University.”
Ya, Trinity Property Group memang memiliki portofolio mentereng dalam menjualan produk propertinya. Sebelum Collins Boulevard, mereka sudah terlebih dahulu memasarkan apartemen Springwood hanya dalam waktu 6 bulan, Yukata apartement dalam tempo 7 bulan, Brooklyn dalam waktu 46 hari dan The Smith yang saat ini penjualannya sudah 85% dalam waktu 10 bulan.
“Target kami untuk tower pertama (1.000 unit) ini habis tahun ini sehingga awal tahun depan kami sudah memasarkan tower kedua,” ujar Pak Jo.
Serah terima apartemen Collines Boulevard dijadwalkan pada tahun 2021. Di proyek ini, pengembang menargetkan revenue sebesar Rp 4 triliun.
Editor: Gunawan


Comment