Menikmati Hotel Rasa Ubud di Kaki Gunung Pangrango

    2019-06-10

View kolam renang dan sawah dari balkon hotel.

Panorama sawah berundak yang meneduhkan mata terlihat dari balkon kamar. Udara sejuk terasa menepuk wajah. Ini bukan Pulau Dewata. Kami berada di kaki Gunung Pangrango-yang hanya berjarak satu jam dari Tol Jagorawi.

Lokasi hotel berada di lansekap yang miring sehingga adanya sawah terasering semakin menguatkan konsep Ubud

BOGOR-Puncak mungkin menjenuhkan. Macetnya kadang tidak bisa diajak kompromi. Tak usah cemas, banyak cara kok menikmati alam pegunungan tanpa macet dan tak harus di Puncak. Kamu dapat berlibur di Santa Monica Hotel & Convention yang berada di daerah Pancawati, Caringin, Bogor.

Santa Monica Hotel & Convention memiliki area parkir yang cukup luas 

Ada beberapa alasan kenapa resort ini menjadi alternatif liburan yang layak dicoba. Pertama, letaknya tak begitu jauh dari Jakarta. Tak sampai satu jam lebih, kamu dapat menuju resort ini lewat jalur Tol Bocimi, lalu keluar pintu Caringin. Dari sini, kalian tinggal mengikuti peta digital di Gawai kamu masing-masing.

Salah satu kamar di Santa Monica Hotel & Convention

Kedua, udara di sini sejuknya pas dan tidak berlebihan. Apalagi tatkala hari berganti malam. Mungkin lantaran letak resort yang berada di kaki Gunung Pangrango. Ketiga, pemilik hotel memang ingin mendesain resort seperti di Ubud Bali.

Bagi bapak-bapak yang hobi memancing, kalian juga bisa memancing ikan di hotel ini. Jangan lupa bawa pancingan ya.

Di depan hotel, terdapat hamparan sawah terasering khas di Ubud Bali. Jadi, meski di kaki Gunung di Jawa Barat, nuansa Pulau sebelah Kota Surabaya itu masih terasa.

Kami pun bekesempatan mengelilingi Hotel di kawasan seluas 5 hektare ini. Shereen Aurelya, perwakilan Manajemen Santa Monica Resort & Hotel mengatakan terdapat 115 kamar di hotel ini.

Salah satu menu andalan di hotel ini: Spaghetti Oglio Olio/foto: Robin Bachrul

 “Terdapat 2 building di hotel ini. Masing-masing building terdapat area swimming pool. Di building ke-2, terdapat ballroom yang dapat menampung hingga 500 orang,” ujar Shereen kepada HarianProperty.com.

Tak hanya itu, Shereen juga mengungkapkan bahwa market hotel yang berdiri sejak 2014 ini lebih mengarah ke corporate dan government. “Di sini memang cocok untuk outing dan gathering karena lahan kami yang luas. lansekapnya juga bagus. Kami juga menawarkan camping ground,” ujarnya. Tak hanya karena alamnya yang indah, Hotel ini juga mengandalkan makanan untuk mengalahkan kompetitornya.

Menu iga bakar yang bikin mata menjadi lapar/foto: Robin Bachrul

Kami sempat mencicipi beberapa makananya mulai dari spaghetti hingga iga bakar. Rasanya cukup enak, tak seperti hotel lain yang memasak makanan ala kadarnya. Sebagi informasi, harga kamar di hotel ini berkisar dari Rp600 ribu-Rp1,2 juta. Harga itu belum termasuk diskon ya.

Oh iya, tak hanya fasilitas hotel, kalian juga dapat berpelesir ke kebun jati yang letaknya tak jauh dari hotel. Di situ kalian dapat piknik sambil gelar tikar, camping atau hanya sekadar foto-foto instagramable. Selamat menikmati surga tersembunyi di kaki gunung Pangrango!

Editor     : Gunawan

Comment

Comodo SSL