Laporan Asia Market Snapshot Q1 2019

Indonesia Mulai Bergerak, Singapura Makin Melesat

    2019-04-23

Ilustrasi kemeriahan malam di Singapura

HARIANPROPERTY.COM, JAKARTA- Sejumlah negara asia tengah membidik strategi dan rencana baru terkait pertumbuhan industri properti masing-masing. Beberapa kebijakan insentif dari pemerintah membuat gairah investasi properti kembali membuncah dan meningkat.

Tercatat, merujuk pada laporan Asia Market Snapshot dari Colliers International negara-negara maju seperti Cina tengah mengalami tren positif terutama di sektor logistik karena didukung oleh inisiatif pemerintah dalam negeri. Jepang, sebagai salah satu kiblat perekonomian dunia juga sedang dirundung optimis tinggi meski dibayangi kenaikan pajak konsumsi.

Sementara Hong Kong kini siap rebound menyusul akan diumumkannya skema revitalisasi. Seperti diketahui, pasar properti beberapa tahun terakhir terpukul oleh ketidakpastian ekonomi dan pasar saham yang lemah yang dipicu karena ketegangan perdagangan AS-Cina. Pemerintah pun mengambil langkah sigap melalui pengumuman skema revitalisasi industri yang sangat ditunggu dan berdampak pada peningkatan minat investor di sana.

Fakta tersebut dipertegas oleh Terence Tang, Direktur Pelaksana Pasar Modal dan Layanan Investasi, Asia Colliers yang mengatakan bahwa Pasar real estat di seluruh Asia memulai tahun baru dengan catatan positif.

“Ditambah dengan kebijakan pemerintah yang ramah, reformasi pajak, dan pengeluaran infrastruktur yang menopang permintaan, ia melihat sepanjang kuartal pertama, investor terlihat melakukan diversifikasi jauh dari sektor yang lebih tradisional seperti ruang kantor dan perumahan menjadi segmen-segmen seperti pusat data dan pergudangan,” sebut Terence dalam siaran berita yang diterima redaksi Harianproperty.com melalui surel.

Lalu bagaimana dengan Indonesia sendiri?

Direktur Pasar Modal dan Layanan Investasi untuk Indonesia, Steve Atherton, menyebutkan bahwa saat ini banyak pemilik modal asing yang mulai mengalihkan fokus investasi ke Indonesia. Bahkan lanjut Steve tak hanya investor saja, bahkan pengembang asing terus mencari sepotong kue Indonesia.

“Hanya saja fokus mereka bergerak ke segmen pasar yang dianggap lebih aman, seperti pengembangan perumahan murah dan apartemen murah menengah,” imbuhnya.

Steve pun melalui Colliers memprediksi sentimen dan aktivitas di Indonesia diperkirakan akan mulai bergerak di kuartal tiga dan empat tahun ini.

Berbeda dengan Indonesia, Singapura justeru semakin bersinar. Terutama untuk  aset komersial yang diharapkan tetap sangat menarik bagi investor dan pengembang terlihat dari pertumbuhan sewa kantor yang terus berlanjut.

Termasuk di hotel yang mengalami peningkatan jumlah pengunjung plus persediaan yang terbatas juga meningkatkan perkiraan pendapatan di sektor hotel. Sementara terkait aktivitas di ruang perumahan sementara ini relatif tenang karena di kuartal kedua pengembang fokus pada peluncuran properti baru.

 

 

 

 

Editor     : Redaksi

Comment

Comodo SSL