Konsisten Terapkan Prinsip ESG dan Keberlanjutan,  PGE Raih Sector Champion pada ESG Leadership Award di ASBIF 2026

    2026-06-25

 

Jakarta, 25 Juni 2026 — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) kembali menorehkan prestasi dalam bidang keberlanjutan dengan meraih ESG Leadership Award 2026 sebagai Sector Champion untuk kategori Infrastructure pada Asia-Pacific Sustainable Business & Innovation Forum (ASBIF) 2026. Penghargaan ini diterima oleh Lia Ayu Paramita selaku VP Strategic Planning and Sustainability PGE pada ajang yang bertema Leading Sustainability, Creating Lasting Impact yang diselenggarakan pada 22–23 Juni 2026 di ASEEC Tower, Universitas Airlangga, Surabaya. Penghargaan ini diselenggarakan oleh Center for Environmental, Social, and Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga bersama Research Centre for ESG, The Hang Seng University of Hong Kong.

Penghargaan ini menjadi apresiasi atas konsistensi PGE dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam seluruh aspek operasional perusahaan. Penerapan tersebut mencakup penguatan tata kelola, pengelolaan lingkungan, penerapan aspek keselamatan kerja, hingga pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah kerja panas bumi. Melalui pendekatan ini, PGE terus memastikan kegiatan operasional berjalan andal, efisien, aman, serta selaras dengan standar ESG global.

Dalam ajang ESG Leadership Award 2026, PGE berhasil menjadi yang terbaik dari sembilan perusahaan kandidat di sektor infrastruktur yang masuk dalam cakupan penilaian. Capaian ini semakin memperkuat posisi PGE sebagai perusahaan energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia yang berkomitmen mendorong pengembangan panas bumi secara berkelanjutan.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti nyata konsistensi PGE dalam menjadikan ESG sebagai bagian integral dari strategi bisnis dan operasional perusahaan.

“Penghargaan ESG Leadership Award ini menjadi pengakuan atas konsistensi PGE dalam menerapkan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis dan operasional perusahaan. Bagi kami, ESG bukan hanya kepatuhan, melainkan fondasi untuk menjaga keandalan operasional, memperkuat tata kelola, menciptakan nilai bagi masyarakat, serta mendukung transisi energi nasional. Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi dan praktik keberlanjutan agar PGE semakin berperan sebagai world leading geothermal producer dan geothermal center of excellence,” ujar Ahmad Yani.

 

ESG Leadership Award merupakan bentuk pengakuan bagi organisasi yang menunjukkan kepemimpinan dalam mendorong penerapan praktik ESG. Proses penilaian dilakukan secara kolaboratif oleh peneliti dan pakar ESG dari CESGS Universitas Airlangga serta The Hang Seng University of Hong Kong melalui metodologi berbasis bukti untuk memastikan evaluasi berjalan secara independen, transparan, dan kredibel.

Direktur Keuangan PGE Fransetya Hutabarat mengatakan bahwa penghargaan ini mencerminkan konsistensi PGE dalam membangun fundamental bisnis yang sehat, dengan mengintegrasikan aspek keberlanjutan, tata kelola, dan pengelolaan risiko ke dalam strategi perusahaan.

“Bagi PGE, ESG bukan hanya bentuk kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan, tetapi juga bagian dari cara perusahaan menjaga kualitas pertumbuhan. Penghargaan ini menunjukkan bahwa kinerja operasional, disiplin keuangan, tata kelola yang transparan, serta pengelolaan risiko yang prudent dapat berjalan selaras dengan komitmen terhadap masyarakat dan lingkungan. Pendekatan tersebut menjadi dasar penting bagi PGE untuk menjaga kepercayaan investor, memperkuat daya saing, dan menciptakan nilai jangka panjang secara berkelanjutan,” ujar Fransetya Hutabarat.

 

Kinerja Operasional dan ESG PGE Terus Menguat

Pencapaian yang diterima PGE sejalan dengan kinerja operasional yang terus menunjukkan pertumbuhan positif. Sepanjang kuartal I-2026, PGE mencatat pertumbuhan produksi listrik sebesar 15,22 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi 1.370 gigawatt-hour (GWh). Peningkatan ini menjadi salah satu pendorong utama kinerja Perseroan pada awal tahun.

Saat ini, PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang sebesar 1.932 megawatt (MW), terbagi atas 727 MW yang dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE dan 1.205 MW dikelola dengan skema Kontrak Operasi Bersama. Melalui pengelolaan sekitar 70 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi nasional, PGE berperan penting dalam mendukung sistem kelistrikan nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.

Selain kinerja operasional, PGE juga terus memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan, yang tercermin dari capaian peringkat ESG tertinggi di Indonesia dengan skor 7,1 dari Sustainalytics pada Desember 2025. PGE pada bulan April juga meraih penghargaan PROPER Emas ke-15 kali berturut-turut untuk PGE Area Kamojang, dan ke-4 kali berturut-turut untuk PGE Area Ulubelu dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH). Di tingkat global, PGE menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar Top 50 Global ESG Companies 2025.

Editor     : Gunawan

Comment

Comodo SSL