Subang Menggeliat, SPS Group dan BTN Gelar Akad Kredit 200 Rumah Subsidi

    2018-08-01

(Ki-ka) Jajang Soemantri Mortgage Consumer Lending Unit Head Bank BTN cabang Bekasi, Tuti Mugiastuti GM Marketing SPS Group, Frisaba Hengky Yusdianto Vice President Branch Manager BTN cabang Bekasi dalam acara 200 unit akad kredit.

Subang, HarianProperty.com -Pengembang PT Sri Pertiwi Sejati (SPS Group) dengan dukungan PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BTN) cabang Bekasi dan BTN KCP Indramayu melakukan akad kredit 200 unit rumah subsidi Grand Subang Residence.

Acara penandatangan akad kredit massal ini berlangsung sukses di GOR Gotong Royong, Subang, Jawa Barat, Senin (23/7).

Tuti Mugiastuti, GM Marketing SPS Group mengatakan, berlangsungnya acara ini menunjukkan besarnya minat dan respon masyarakat Subang ke Grand Subang Residence.

“90% pembeli Grand Subang Residence adalah masyarakat Subang sendiri. Hal ini karena Grand Subang Residence terletak di Desa Belendung. Lokasinya strategis, dekat dengan beberapa kawasan industri dan hanya 20 menit dari pintu tol,” ujar Tuti.

Habib Ibim (34), salah satu pembeli unit Grand Subang Residence mengaku senang karena dapat membeli rumah pertamanya.

“Saya membeli karena dekat kawasan industri,” kata pria yang mengaku bekerja sebuah yayasan sekolah ini.

Bercokol di lahan seluas 40 hektare, SPS Group rencananya akan membangun 3.600 unit rumah subsidi dengan tipe 30/60 di Grand Subang Residence.

Untuk kenyamanan penghuni, berbagi fasilitas umum pun dibangun oleh pengembang mulai dari lapangan futsal, masjid dan taman bermain anak.

Dibanderol Rp 130 juta—Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan gaji maksimal Rp 4 juta—dapat memiliki rumah subsidi di Grand Residence Subang dengan uang muka Rp 3 juta dan cicilan Rp 800 ribu per bulan selama 20 tahun.

Selain batas gaji maksimal, syarat untuk mendapat rumah KPR subsidi adalah pembelian rumah pertama dan harus ditempati. Konsumen baru boleh menyewakan rumah yang ia beli setelah 5 tahun.

Kini hanya dalam tempo 3 bulan, penjualan Grand Subang Residence sudah mencapai 1.500 unit.

“Kami launching sebelum bulan puasa. Kini total sudah ada 800 unit yang sudah terbangun dan 300 unit sudah diserahterimakan. Target kami sebelum akhir tahun, 3.600 unit habis dan sudah diserahterimakan seperti ini,” ungkap Tuti.

Masifnya pembangunan infrastruktur di timur Jakarta terutama Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) memang membuat market perumahan subsidi di wilayah Subang dan sekitarnya menggeliat.

Hal ini diakui Mortgage  Consumer Lending Unit Head Bank BTN cabang Bekasi, Jajang Soemantri.

Menurut Jajang, setelah dibukanya Tol Cipali, Subang terus menggeliat, terutama di sektor industri.

“Kita tahu kalau ada industri, pasti propertinya ramai. Di Bekasi itu potensinya konsumennya enggak pernah habis, tapi lahannya sudah habis karena adanya kawasan industri seperti MM2000, Jababeka dan Lippo Cikarang. Karena itu saya kasih bocoran sekarang pengembang-pengembang di Bekasi mulai bergerak mencari lahan di kawasan Subang dan Purwakarta. Ada yang membeli 10 hektar, ada yang 20 hektare,” papar Jajang.   

Senada dengan Jajang, Vice President Branch Manager BTN cabang Bekasi, Frisaba Hengky Yusdianto menyebut bahwa Subang bakal menjadi pasar yang seksi ke depannya. “Jalur Bekasi, Tambun, Cibitung, Cikarang, Karawang, Cikampek dan Subang memang menjadi pasarnya rumah subsidi karena berada di jalur industri.

Kawasan-kawasan ini menjadi kue yang legit bagi pengembang karena memang percepatan infrastrukturnya yang luar biasa. Maka dari itu banyak saat pengembang yang banting setir ke pengembangan rumah subsidi,” jelas Henky.

Keterangan foto: Acara penandatangan akad kredit massal ini berlangsung sukses di GOR Gotong Royong, Subang, Jawa Barat, Senin (23/7).

Hengky juga mengatakan, pihaknya sangat senang dengan SPS Group karena sudah teruji kemampuan dalam memasarkan produk secara cepat.

“Kita masih ingat dulu Bu Tuti ini dapat memasarkan Villa Kencana seluas 90 hektare dalam waktu hanya 2 tahun. Saya pernah tantang untuk lahan 20 hektare, katanya ia mampu memasarkannya hanya dalam waktu 6 bulan,” ujar Hengky.

Acara penandatanganan akad kredit massal ini juga menjadi bagian dari komitmen Bank BTN sebagai bank pelat merah untuk menyalurkan KPR (Kredit Kepemilkan Rumah) subsidi setiap tahunnya.

“Setiap tahun Bank BTN menyalurkan KPR subsidi dengan market share lebih dari 90%,” ujar Hengki.

Hengki menambahkan pada tahun 2017 lalu, Bank BTN cabang Bekasi menyumbang penyaluran KPR subsidi terbesar yakni sekitar 20% secara nasional dengan nilai mencapai Rp 1,8 triliun.

“Tahun lalu target kami sekitar Rp 1,2 triliun dan kami dapat melampauinya. Kami optimis target Rp 1,8 triliun tahun ini dapat tercapai,” pungkasnya.

 

Editor     : Gunawan

Comment

Comodo SSL