Cerita Santri yang Senang Tinggal di Rusun
- 2021-02-18
SUMATERA BARAT - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya meningkatkan karakter generasi muda bangsa yang unggul dan fokus dalam menuntut ilmu di lingkungan Pondok Pesantren. Salah satu upaya yang dilaksanakan Kementerian PUPR terus membangun rumah susun yang diperuntukkan bagi para santri di Pondok Pesantren Mahad Utsmani Tafidzu di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengungkapkan para santri merupakan bagian dari generasi muda Indonesia yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah. Adanya Rusun ini diharapkan dapat melatih mereka untuk tinggal di hunian vertikal sekaligus mendorong mereka untuk terbiasa hidup sehat dan bersih di hunian yang layak huni.
”Rusun ini kami bangun untuk memenuhi kebutuhan hunian para santri yang sedang menimba ilmu pengetahuan baik verbal maupun spiritual di lingkungan Ponpes. Hal ini juga bisa menjadi langkah yang ditempuh pemerintah untuk dapat menghasilkan Sumber Daya Manusia yang unggul bagi bangsa dan negara," ujar Khalawi beberapa waktu lalu.
Khalawi berharap kepada para santri bisa menjaga dan merawat dengan baik bangunan Rusun yang telah dibangun oleh Kementerian PUPR.
Berdasarkan data yang dimiliki Ditjen Perumahan Kementerian PUPR, Rumah Susun Pondok Pesantren Mahad Utsmani Tafidzu terletak di Jalan Lintas Timur Sumatera, Kecamatan Kayuangung, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Pondok pesantren ini merupakan ponpes yang mendalami ilmu Al Quran di bawah naungan Dinas Pendidikan dan telah menghasilkan santriwan dan santriwati yang juga menguasai bahasa Arab dan Inggris.
Rusun tersebut dibangun sebanyak satu tower terdiri dari dua lantai. Tipe hunian yang ada adalah tipe barak yang dapat menampung sebanyak 138 santri putri.
"Total anggaran pembangunan Rusun tersebut sebesar Rp 7,8 Miliar. Kami juga telah melengkapi Rusun tersebut dengan fasilitas air bersih, tempat tidur, kasur, lemari pakaian, area wudhu, dan PSU," katanya.
Kepala Sekolah SMP Ilmu Al-Quran di Pondok Pesantren Mahad Utsmani Tafidzu
Dewi Yustika Sari menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian PUPR karena telah memberikan fasilitas tempat tinggal yang nyaman untuk para Santriwati Pondok Pesantren Mahad Utsmani Tafidzu.
"Dulu para santri menempati tempat tidur yang sempit dan hanya mengandalkan kasur lipat dari wali murid dan ditempati bersama-sama. Tapi sejak dibangun Rusun ini sekarang para santri mendapatkan tempat yang layak untuk mereka istirahat setelah padatnya kegiatan di pondok,” ujarnya.
Sebagai Informasi, Kementerian PUPR trlah mrmbangun banyak Rusun di Sumatera Selatan. Sejak tahun 2019-2020 telah membangun tujuh tower Rusun. Sedangkan di tahun 2021 akan membangun lima tower Rusun diantaranya Rumah Susun Pemkab Ogan Komering Ulu Timur, Rumah Susun ASN BBWS Sumatera VII Kabupaten Banyuasin, Rumah Susun Universitas Sriwijaya Kabupaten Ogan Ilir, Rumah Susun Ponpes Junjungan Sayyid Hanim Kabupaten Oku Timur dan Rumah Susun Ponpes SMP dan SMA Bait Al Quran Kayu Agung Kabupaten OKI.
Rada Maulina Safira, kelas XI Pondok Pesantren Mahad Utsmani Tafidzu mengaku sangat senang bisa tinggal di Rusun. Menurutnya fasilitas di Rusun sangat baik bahkan teman - temanya menyebut Rusun ini layaknya apartemen.
"Saya senang sekaligus bahagia bisa tinggal di Rusun yang telah dibangun Kementerian PUPR, karena rusun ini juga seperti apartemen fasilitasnya. Jadi membuat kami para santri nyaman ketika beristirahat. Saya berharap Kementerian PUPR juga kedepannya dapat membangun Rusun bagi Santriwan," harapnya.
Editor: Gunawan


Comment