Edukasi Properti Sejak Dini, Intiland Luncurkan Intiland Youth Panel dan I AM Community

    2020-11-19

JAKARTA–  Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD) meluncurkan Intiland Youth Panel dan  I AM Community sebagai salah  satu  program tanggung jawab sosial  perusahaan atau Corporate Social Responsibility  (CSR) yang  ditujukan untuk anak-anak muda atau kelompok  generasi milenial. Melalui program Intiland Youth Panel, Perseroan mengambil inisiatif untuk mensosialisasikan sektor properti dan  menyelenggarakan beragam aktivitas edukasi  properti kepada anak-anak muda sejak dini.

Corporate Secretary Intiland, Theresia  Rustandi menjelaskan pembentukan  program Intiland Youth Panel menjadi salah  satu  wujud  tanggung jawab  Perseroan sebagai developer properti. Pengenalan industri dan  investasi properti  kepada  anak-anak muda  menjadi langkah strategis dalam  rangka membangun industri secara  berkelanjutan dan  selaras  dengan visi perusahaan untuk memberikan peluang kepada seluruh masyarakat untuk mendapatkan kehidupan yang nyaman.

Industri properti merupakan salah  satu   industri strategis dan  penggerak utama  perekenonomian nasional.  Sektor properti selama ini memberikan kontribusi besar  terhadap pertumbuhan ekonomi karena terdapat 175 industri ikutan, 350 Usaha  Mikro, Kecil, Menengah, dan menyerap sekitar 30 juta tenaga kerja.

“Sebagai  industri strategis, keberlanjutan  industri menjadi fokus  penting bagi  seluruh pemangku kepentingan,  termasuk Intiland  sebagai developer.   Bagaimana  memastikan anak-anak muda dan kelompok  milenial  ini paham tentang properti, mengerti investasi properti dan mampu berinvestasi atau membeli produk properti adalah sebuah langkah penting, karena mereka adalah konsumen masa depan,” kata Theresia lebih lanjut.

Pembentukan program Intiland Youth Panel  dan  I AM Community juga  berangkat dari keprihatinan terhadap  persepsi umum  di  kelompok  milenial   bahwa  properti bukan   prioritas  penting. Mereka merasa hal-hal  lain  seperti gaya  hidup,  liburan,  hobi,  gawai,  atau produk bermerek, sebagai faktor yang lebih penting. Kurangnya  pengenalan tentang industri dan  investasi ini melahirkan pandangan bahwa properti bukan prioritas dan dirasakan sebagai sesuatu hal yang tidak terjangkau.

Sebagai  upaya  untuk meningkatkan jangkauan, maka  pelaksanaan  program Intiland  Youth  Panel dilakukan  melalui  kolaborasi dan  kerjasama dengan berbagai lembaga dan  komunitas yang memiliki tujuan sama. Program  ini juga melahirkan komunitas anak muda,  salah satunya adalah pembentukan I AM  Community.  Selain  itu  Perseroan  juga   berkolaborasi  dan   memberikan dukungan  terhadap program vokasi dan  kemahasiswaan UI untuk mengerjakan studi kelayakan  pada  salah  satu  proyek Perseroan.

“Kami membuka kesempatan  seluas-luasnya kepada anak-anak muda untuk berkiprah dan  belajar mengenai industri properti melalui I AM Community,” ujarnya  lebih lanjut. I AM Community adalah sebuah komunitas yang beranggotakan anak-anak muda dari berbagai latar belakang  pendidikan  dan   wilayah.  Komunitas  ini  memfokuskan  program  dan   kegiatannya  pada aktivitas edukasi, keahlian,  pengembangan personal, dan  motivasi  mengenai industri dan  investasi properti.

Dirintis sejak tahun 2018, komunitas dengan slogan  ‘I AM Smart, I AM Capable!’ ini berkembang pesat dan  keanggotaannya tersebar di seluruh wilayah  Indonesia. Para  anggotanya berasal dari  kalangan mahasiswa dan  mahasiswi dari sejumlah perguruan tinggi, antara lain seperti Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung,  Universitas Airlangga, Universitas Sebelas Maret, London School  of  Public Relations Jakarta,  Universitas Moestopo, Universitas Bina Nusantara, dan Universitas Pelita Harapan.

“Kami senang melihat antusiasme anak-anak muda ini. Mereka luar biasa kreatif dengan ide-ide segar dan   punya   passion  kuat   untuk  saling   berbagi   pengalaman  serta   komitmen  untuk  memajukan komunitas ini secara kolektif,” kata Theresia lebih lanjut.

Editor     : Gunawan

Comment

Comodo SSL