Easton Urban Kapital Mampu Jual Habis Providence House Sebulan Sebelum Launching

    2020-10-19

JAKARTA-Pandemi COVID-19 menghatam perekonomian Indonesia hingga ke titik resesi. Semua sektor pun terdampak tak terkecuali properti. Pandemi pun membuat nilai penjualan pasar perumahan Jakarta, Bogor, Depok Bekasi dan Banten (Jabodetabek) pada Q3 2020 turun sebesar 17,4% atau menjadi sekitar Rp1,08 triliun. Padahal pada Q2 lalu mengalami kenaikan sebesar 81,4% menjadi Rp1,3 Triliun.

Pada laporan Q3-2020 yang dilakukan Indonesia Property Watch, Wilayah Tangerang mengalami tingkat penurunan penjualan unit tertinggi yakni -41,1%, disusul Bekasi (-22,2%), Depok (-18,2%), Bogor (-10,5%) dan Cilegon (1,4%).  Perisitiwa ini pun menjadi anomali karena di saat banyak developer properti berjatuhan, ada beberapa pengembang yang justru mencetak prestasi gemilang di kuartal 3 ini. Salah satunya adalah Easton Urban Kapital.

Berlokasi di Jl Elang Raya, Sawah Lama, Bintaro, Tangerang Selatan, pengembang yang dinahkodai anak muda ini tengah mengembangkan proyek resedensial bernama Providence House berjumlah 27 unit. Yang menarik, hanya dalam tempo 2 bulan, seluruh unit di Providence House ludes dibeli konsumen. “Maret kita sudah mulai bangun rumah contoh. Kita start jualan dari Juli 2020. Akhir Agustus 2020 semua sudah sold out,” ujar William Liusudarso , President Director Easton Urban Kapital pada saat launching Providence House, Jumat (16/10).

William sendiri mengaku cukup surprise dengan pencapaian tersebut mengingat Indonesia yang sedang dihantam pandemi serta memasuki resesi. “Seperti kita ketahui saat ini umumnya orang lebih berhati-hati untuk berkomitmen mengeluarkan dana yang besar seperti membeli rumah. Namun mungkin karena kita menyasar end user yang sudah merencanakan pembelian rumah sebelumnya, maka pembelinya masih ada. Marketing kita juga berjalan efektif di digital, di mana perusahaan lain melakukan cut budget di marketing, kami malah menaikan budget kami memanfaatkan naiknya screen time potential customer kami ketika WFH. Proyek kita memang niche market, jadi demand dan supply-nya ketemu,” papar pria berumur 30 tahun ini.

Sementara itu Edwin Salim, Marketing Manager Easton Urban Kapital mengungkapkan salah satu faktor yang membuat produk mereka laris di masa pandemi ini adalah branding yang cukup kuat. “Orang sudah mulai percaya bahwa kita selalu deliver kualitas rumah yang baik dan memiliki track record yang konsisten dalam penyelesaian proyek. Kami memasarkan Providence House ini hanya berupa desain gambar sehingga bangunan fisik belum jadi, tetapi orang tetap beli karena mereka yakin hasilnya akan sama seperti gambar.” ujar Edwin.

Maka dari itu, tambah Edwin, orang yang sudah waiting list karena tidak kebagian proyek kami sebelumnya, akhirnya membeli di Providence House. “Banyak pembeli yang sudah suka dengan design dari rumah kami dan tidak mendapatkan unit di proyek sebelumnya akhirnya bersedia menunggu untuk membeli di proyek berikutnya” ujar Edwin. Yang menarik, William menambahkan bahwa profil pembeli mereka adalah kalangan milenial. “Rata-rata pembeli kami adalah profesional muda berusia 25 tahun hingga 35 tahun. Kebanyakan dari mereka bekerja di Jakarta” ujar William.

Sebagai informasi, Easton Urban Kapital telah lebih dulu sukses menjual habis seluruh produk mereka sebelumnya seperti Cornerstone House di Pondok Cabe, Somerhill House di Ciputat dan Carlton Private Residence di Depok. Untuk proyek di Palembang bernama Florista Garden, William mengatakan bahwa penjualannya saat ini sudah mencapai 60%.

Providence House sendiri merupakan rumah dua lantai dengan luas tanah 98 m2 dan luas bangunan 130 m2. Harganya pun dibanderol mulai Rp 1.9 Miliar. “Dengan DP 10-15%, kebanyakan konsumen mengambil cicilan 6 bulan hingga satu tahun. Rencananya kami deliver semua unit di pertengahan 2021,” ungkap William.

Terletak di Bintaro, proyek dengan nilai penjualan mencapai Rp60 miliar ini memiliki akses yang begitu strategis. Dari tol Pondok Aren hanya sekitar 2,5 km atau sekitar 10 menit sedangkan ke stasiun Jurangmangu hanya sekitar 2,5 km atau sekitar 8 menit.

Desain yang Mengedepankan Privasi

Berbeda dengan desain sebelumnya, kali ini Easton Urban Kapital lebih mengedepankan privasi pada desain Providence House. Maka dari itu mereka menunjuk arsitek kenamaan Rafael Miranti. Jika di proyek-proyek sebelumnya desain fasadnya terbuka, kali ini fasad dibuat lebih tertutup sehingga terkesan private. Di area depan lantai pertama, ada space yang dapat digunakan sebagai ruang kerja atau kamar tamu.

Selain mengusung konsep open space, arsitek juga menempatkan taman berbentuk L di samping living area. Dengan bukaan yang clean, sinar matahari pun masuk secara maksimal ke bagian samping dan belakang rumah. Area servis pun dibuat terpisah sehingga lebih rapih dan bersih.

“Walau berbeda dengan arsitek sebelumnya, kami tetap mempertahankan prinsip design yang sama yakni menciptakan kualitas ruang yang ideal dengan memiliki sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik di tiap ruangan. Rafael selaku Principal dari firma arsitek Rafael Miranti mengajukan ide untuk mendesain unit dengan konsep semi-detached sehingga setiap unit mendapatkan kualitas ruangan yang lebih baik,” ujar William.

Salah satu yang menarik pada desain Providence House adalah di setiap kamar mandi terdapat taman kering yang terbuka. Dan yang menyenangkan, setiap kamar anak juga terkoneksi dengan kamar mandi. Di lantai 2, terdapat pula semi lounge untuk membaca atau bekerja. Walaupun rumah ini terkesan introvert, arsitek juga menyediakan area bersosialisasi yang cukup luas dengan menempatkan sofa bench dan kayu solid di area teras untuk berbincang dengan tamu dan tetangga. Total kamar tidur di Providence House ini adalah 4+1 sedangkan untuk kamar mandi 3+1.

Bakal Launching Produk Baru Lagi

Karena unit di Providence House sudah habis, Easton Urban Kapital rencananya akan kembali meluncurkan produk baru di sekitaran BSD, Tangerang Selatan. “Saat ini kami sedang mempersiapkan infrastrukturnya. Rencana awal 2021 sudah mulai kami bangun dengan target hand over di pertengahan 2022,” ujar William.

Rencananya, proyek akan digarap di lahan seluas 1 hektar dengan total mencapai 65 unit. Pengembang bakal meluncurkan rumah dengan ukuran 7m x 13m. Harganya sekitar Rp1,6-Rp1,7M. “Kami harap produk ini bisa menjadi alternatif pilihan tempat tinggal untuk orang yang ingin mencari hunian di BSD dengan kualitas rumah yang baik dan harga yang terjangkau,” pungkas William.                                                                                     

Editor     : Gunawan

Comment

Comodo SSL