Gelar RUPST, Summarecon Bukukan Pendapatan Rp5,94 T pada 2019
- 2020-08-12
Ki-ka: Herman Nagaria (Director), Soegianto Nagaria (Director), Adrianto P. Adhi (President Director), Lydia Tjio (Director), Lexy Arie Tumiwa (Independent Commissioner)
JAKARTA-PT Summarecon Agung Tbk. (Summarecon), pada hari ini, Rabu, 12 Agustus 2020 menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang salah satu agendanya adalah Persetujuan Laporan Tahunan Perseroan, termasuk pengesahan Laporan Keuangan, Laporan Kegiatan Perseroan, dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2019.
Harapan bahwa ekonomi global akan jauh lebih baik dibandingkan tahun 2018 tidak berjalan seperti yang diharapkan. Gejolak ekonomi dan geopolitik, perang perdagangan, dan sentimen proteksionis oleh Amerika Serikat dengan Cina dan mitra dagang lainnya terus berdampak signifikan terhadap ekonomi global pada tahun 2019. Kami juga memprediksikan beberapa tantangan yang dapat terjadi dari pemilihan Legislatif dan Presiden pada 2019 namun semuanya dapat berjalan dengan lancar. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2019 sebesar 5,02% tidak terlalu tinggi jika dibandingkan pada tahun sebelumnya, Hal ini menunjukkan bahwa PDB yang lebih rendah disebabkan oleh tingkat pertumbuhan yang lebih rendah dalam perdagangan, industri, konstruksi, informasi komunikasi, dan sektor lainnya.
Direksi Perseroan melaporkan, sepanjang tahun 2019 merupakan tahun yang penuh dengan tantangan, namun kami dapat membukukan pra-penjualan pemasaran sebesar Rp4,1 triliun melebihi dari target yang ditetapkan sebesar Rp4,0 triliun, dengan sebaran penjualan berdasarkan produk sebagai berikut: penjualan rumah mencapai 66%. apartemen 14%, ruko 12%, dan kavling sebesar 8%.
Pada laporan keuangan tahun 2019, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 5,94 triliun meningkat sebesar 5% dari tahun sebelumnya.
Unit Bisnis Pengembangan Properti
Unit Pengembangan Bisnis Properti mencatat pendapatan sebesar Rp3.617 miliar, meningkat sebesar Rp181 miliar atau 5% jika dibandingkan dengan pendapatan tahun lalu sebesar Rp3.436 miliar, dan unit bisnis pengemabangan properti ini merupakan kontributor terbesar bagi kinerja Perusahaan dengan kontribusi sebesar 61% dari total pendapatan tahun ini . Kawasan Serpong masih merupakan kontributor pendapatan terbesar dengan kontribusi 40% dari total pendapatan unit bisnis Pengembangan Properti.
Unit Bisnis Investasi dan Manajemen Properti
Pendapatan dari kedua unit bisnis ini mencapai Rp Rp1.599 miliar atau 27% dari total pendapatan perusahaan. Angka pendapatan mengalami kenaikan Rp 107 miliar atau 7% jika dibandingkan dengan tahun 2018. Sebagai unit bisnis yang memberikan stabilitas pendapatan berulang, Perseroan akan terus melanjutkan pertumbuhan unit bisnis ini.
Unit Bisnis Lain-Lain
Beberapa segmen bisnis lainnya yang termasuk adalah hotel, klub rekreasi, manajemen pengelolaan kota dan berbagai fasilitas lainnya untuk mendukung kota terpadu. Bisnis ini mencatat pendapatan sebesar Rp726 miliar, turun sebesar Rp8 miliar (1%) dibandingkan tahun sebelumnya. Secara kolektif bisnis-bisnis ini menyumbang 12% dari total pendapatan Perusahaan selama tahun ini dan hanya 5% dari total laba usaha.
Selain itu, Perseroan juga mengumumkan jajaran Dewan Komisaris dan Direksi, sebagai berikut;
Dewan Komisaris
Ir. Soetjipto Nagaria : Komisaris Utama
Harto Djojo Nagaria : Komisaris
Drs Edi Darnadi : Komisaris Independen
Lexy Arie Tumiwa : Komisaris Independen
Ge Lilies Yamin : Komisaris Independen
Direksi
Adrianto P. Adhi : Direktur Utama
Liliawati Rahardjo : Direktur
Soegianto Nagaria : Direktur
Herman Nagaria : Direktur
Sharif Benyamin : Direktur
Lidya Tjio : Direktur
Nanik Widjaja : Direktur
Jason Lim : Direktur
"Tahun 2020 ini adalah tahun yang cukup berat karena dampak dari pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Melemahnya harga minyak mentah dengan kelebihan pasokan serta perang dagang antara Amerika Serikat dengan China yang masih terus berlanjut juga menyebabkan iklim ketidakpastian pada dunia usaha dan tekanan ekonomi yang berat. Kami memperkirakan perlambatan ekonomi juga akan berpengaruh secara signifikan terhadap penjualan properti di tahun ini. Namun kami percaya segala peluang selalu dapat diraih, selain itu Pemerintah juga menyediakan berbagai insentif dan kebijakan untuk meningkatkan perekonomian diantaranya penurunan tingkat suku bunga dan keringanan pajak. Kami juga senantiasa beradaptasi dan berinovasi untuk menghadirkan produk-produk yang menarik. Kami melakukan perubahan kegiatan promosi dan marketing seperti memaksimalkan penggunaan teknologi digital dan media sosial untuk mengenalkan produk-produk kami kepada masyarakat”, demikian diungkapkan Adrianto P. Adhi, President Director Summarecon dalam Public Expose yang berlangsung secara virtual di Plaza Summarecon, Jakarta.


Comment