Ambil Strategi Baru di Tengah Wabah Covid-19, KSP Karya Peduli Bidik Pembiayaan Proyek Kesehatan

    2020-06-04

Caption foto: Donny Pur, Ketua KSP Karya Peduli

Jakarta-Ketidakpastian kapan wabah corona akan berakhir membuat Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Karya Peduli kini tengah mengambil langkah baru guna mengekspansi bisnisnya. Melihat peluang di sektor kesehatan sangat tinggi, koperasi yang awalnya mengurus  pembiayaan keberangkatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ini  berniat membidik pembiayaan proyek di bidang kesehatan.

Ketua KS Karya Peduli, Donny Pur mengatakan bahwa di situasi sulit saat ini, koperasi dituntut melakukan inovasi untuk mengembangkan bisnisnya. “Kita belum tahu kapan wabah corona berakhir dan kita melihat trennya ke kesehatan. Karena itu, di 2021, kami akan bekerjasama dengan beberapa perbankan serta lembaga internasional untuk menggarap proyek yang khusus berhubungan dengan kesehatan seperti pembangunan rumah sakit, klinik, farmasi, pengadaan masker dan lainnya,” ujar Donny.

Donny pun menjelaskan bahwa pembiayaan kesehatan ini bukanlah pinjaman proyek. “Kami menyiapkan dana untuk take over. Misalnya, perusahaan pinjam ke bank A lalu ingin pindah ke bank B. Nah, kami siapkan dana talangan. Dan wajib korporasi, bukan pribadi ,” ujar pria yang juga merupakan pengusaha dan direktur di beberapa hotel bintang lima ternama ini.

Koperasi yang berkantor di bilangan Pasar Minggu ini kini memiliki member sekitar 30 ribu anggota. Sejak 2011, koperasi bekerja sama dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja (BNP2TKI) untuk menyalurkan pembiayaan keberangkatan TKI. Saat itu, KSP Karya Peduli bisa dikatakan sebagai market leader lantaran hanya ada sekitar 6 koperasi dan 1 Bank Perkreditan Rakyat. Mereka pun memberangkat TKI ke 3 negara yakni Hong Kong, Thailand dan Singapura. “Sejak 2011 hingga 2015,  kami sudah memberangkat lebih dari 30 ribu member dengan penyaluran dana sekitar Rp3,2 triliun ,” ujar Harris Suryo Wibisono, Ketua Pengawas KSP Karya Peduli.

KSP Karya Peduli memang dapat dikatakan sebagai pionir pembiayaan TKI no 1 di Indonesia. Tanpa jaminan sama sekali, calon TKI bisa mendapatkan pembiayaan sebesar Rp17 juta per orang dengan catatan terdaftar secara resmi di BNP2TKI. Di saat lembaga pembiayaan lain atau perbankan tidak berani masuk ke market ini lantaran takut kredit macet,  KSP Karya Peduli justru masuk ke ceruk ini sejak lama.

Namun pada 2015, peran KSP Karya Peduli tergeser lantaran BNP2TKI akhirnya mengganti koperasi simpan pinjam, BPR dan bank umum dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemerintah saat itu beranggapan bahwa beban bunga yang dibebankan kepada TKI cukup tinggi sehingga penyaluran KUR akhir dilaksanakan oleh 5 bank yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, BII Maybank, dan Sinarmas.

Akhirnya sejak 2016, KSP Karya Peduli pun mengalihkan bisnisnya ke pembiayaan proyek properti hingga 2019. “Kita siapkan dana talangan dengan nilai Rp25 miliar hingga Rp200 miliar,” kata Donny Pur. Dari yang awalnya menggunakan dana internal, kini KSP Karya Peduli pun sudah menjalin kerja sama dengan bank dan juga perusahaan pembiayaan lainya seperti Bank Negara Indonesia, Infomedia Solusi Humanika  (IT Based Company), Afavoer Inc (Finance Taiwan), Jiang Feng Management Adviser (Finance Taiwan), Ta Chong Bank (Bank Nasional Taiwan).

Kini, lantaran covid-19 mewabah, KSP Karya Peduli pun kembali mengambil strategi baru yakni pembiayaan proyek di bidang kesehatan. Donny Pur berharap dengan adanya perluasan bisnis ke sektor kesehatan tentunya dapat membuat koperasi KSP Karya Peduli eksis dan menyejahterakan anggotanya. “Di tahun 2021, kami targetkan dapat menyalurkan pembiayaan sekitar Rp1 triliun,” kata Donny Pur.

Di masa Work From Home (WFH) ini, KSP Karya Peduli rencananya akan meluncurkan platform digital di akhir 2020. Platform digital ini akan membuat perubahan signifikan terutama untuk anggota koperasi karena berbentuk aplikasi digital. “Aplikasi digital ini dapat memudahkan mengontrol segala aktivitas keuangan dan kinerja koperasi secara keseluruhan,” pungkas Donny Pur.

 

Editor     : Gunawan

Comment

Comodo SSL