Kuartal III 2018, SCG Cetak Laba Bersih Rp 4,9 Miliar

    2018-10-25

Jakarta, HarianProperty.com - Hasil kinerja SCG untuk Q3/2018 dan 9 bulan pertama tahun 2018 menunjukkan peningkatan pada seluruh pendapatan, sementara laba turun karena meningkatnya harga bahan baku dan biaya energi, perlambatan perdagangan global dan penurunan nilai aset.

SCG sangat menyadari dampak dari perang dagang dan ketidakpastian ekonomi global. Hal ini mendorong SCG untuk meluncurkan 6 arahan dari strategi proaktif termasuk memperluas peluang ekspor sejalan dengan arus pasar global, mengelola biaya energi, memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi manufaktur dan pengurangan biaya, mengembangkan inovasi dan Produk & Layanan Bernilai Tambah Tinggi (HVA), meningkatkan efisiensi modal kerja, dan meninjau portofolio investasi serta biaya investasinya, dengan tujuan mempertahankan daya saing bisnis.

Roongrote Rangsiyopash, President and CEO of SCG, mengumumkan hasil kinerja perusahaan yang belum diaudit untuk Q3/2018, dengan pendapatan yang terdaftar dari penjualan sebesar Rp 54.016 miliar (US$ 3.716 juta), meningkat sebesar 9% y-o-y dan 2% q-o-q, karena pertumbuhan di semua unit bisnis. Sementara itu, laba mencapai Rp 4.176 miliar (US$ 287 juta), menurun 20% y-o-y dan 24% q-o-q terutama dari biaya penurunan nilai aset sebesar Rp 736 miliar (US$ 51 juta) sesuai dengan standar akuntansi dan biaya nafta yang lebih tinggi yang melonjak seiring dengan tingginya harga minyak global.

Tanpa penurunan nilai ini, SCG akan mencatat laba sebesar Rp 4.913 miliar (US$ 338 juta).

Adapun hasil kinerja untuk 9 bulan pertama di 2018, pendapatan SCG yang terdaftar dari penjualan sebesar Rp 156.886 miliar (US$ 11.238 juta), meningkat 7% y-o-y, disebabkan oleh pendapatan yang lebih tinggi dari semua unit bisnis. Laba mencapai Rp 14.889 miliar (US$ 1.067 juta), mengalami penurunan sebesar 19% y-o-y, terutama dari kinerja yang menurun dalam bisnis bahan kimia dan penurunan nilai aset di Q3. Selain itu, pendapatan ekspor mencapai Rp 42.531 miliar (US$ 3.047 juta), meningkat 7% y-o-y dan menyumbang 27% dari pendapatan SCG yang terkonsolidasi dari penjualan.

SCG di ASEAN (kecuali Thailand)

Untuk operasi SCG di ASEAN (kecuali Thailand), pendapatan dari penjualan pada Q3/2018 mencatat pertumbuhan 15% y-o-y, sebesar Rp 13.623 miliar (US$ 937 juta), yang merupakan 25% dari total pendapatan SCG dari penjualan. Ini termasuk penjualan dari kedua kegiatan operasional lokal di setiap pasar ASEAN dan impor dari Thailand.

Per 30 September 2018, total aset SCG sebesar Rp 271.208 miliar (US$ 18.294 juta), sedangkan total aset SCG di ASEAN (kecuali di Thailand) adalah sebesar Rp 71.839 miliar (US$ 4.846 juta), yang merupakan 26 % dari total konsolidasi aset SCG.

SCG di Indonesia

Di Indonesia, pendapatan SCG pada Q3/2018  dari penjualan sebesar Rp 3.786 miliar (US$ 260 juta), yang meningkat sebesar 27% y-o-y terutama dari impor dari Thailand. Selama 9 bulan pertama 2018, SCG mencatat pendapatan dari penjualan di Indonesia sebesar Rp 10.033 miliar (US$ 719 juta).

Penulis  : Meridien
Editor     : Gunawan

Comment

Comodo SSL