Pemerintah Alokasikan Anggaran Rp7,95 Miliar Untuk Bedah Rumah di Kota Sorong

    2018-10-22

Sorong, HarianProperty.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan mengalokasikan dana sebesar Rp. 7,95 Miliar untuk melaksanakan program bedah rumah di Kota Sorong, Papua Barat.

“Bedah rumah dilaksanakan untuk 530 unit rumah yang tersebar di 8 Distrik dan 17 Kelurahan Kota Sorong, Provinsi Papua Barat,”ujar Direktur Rumah Swadaya Ditjen Penyediaan Perumahan Johny Subrata sesuai dengan siaran pers yang diterima HarianProperty.com.

Kementerian PUPR, imbuh Johny, sangat mengapresiasi usaha masyarakat dalam mengelola bantuan yang diberikan oleh pemerintah. Ke depan, pemerintah akan terus mendorong kegiatan bedah rumah ini melalui Program BSPS Kementerian PUPR untuk memenuhi salah satu kebutuhan pokok masyarakat yakni rumah yang layak huni.

“Program BSPS merupakan bantuan Pemerintah yang sangat dibutuhkan dan menyentuh langsung kepada masyarakat,” terangnya.

Johny Subrata menambahkan, Kementerian PUPR terus melakukan monitoring dan evaluasi terkait program BSPS ini. Program tersebut, kata Johny, juga dikawal langsung oleh tim TP4D Kejaksaan Tinggi yang memantau setiap perkembangan dalam kegiatan bedah rumah yang yang menggunakan dana APBN.

“Dalam pelaksanaan program BSPS, Kementerian PUPR selalu melibatkan tim fasilitator yang bertugas untuk mendampingi dan memantau setiap perkembangan dalam program BSPS. Hal itu dilakukan agar penyaluran bantuan ini tepat sasaran,”harapnya.

Salah satu penerima bantuan bedah rumah di Kelurahan Malabutor, Hentji Moses Fatary mengungkapkan, dirinya bersama masyarakat di Sorong mengucapkan terima kasih kepada pemerintah telah menyalurkan bantuan bedah rumah dengan tepat sasaran.

“Program BSPS merupakan salah satu bantuan pemerintah yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” tandasnya.

Dirinya menjelaskan, dia bersama masyarakat di Kelurahan Malabutor belum pernah tersentuh bantuan perumahan dari pemerintah. “Sekarang rumah kami sudah bagus dam kalau hujan sudah tidak bocor lagi. Terima kasih buat pemerintah yang sudah mau kasih bantuan rumah buat kami,” katanya.

Selain mengunjungi lokasi penerima bantuan BSPS, Direktur Rumah Swadaya juga mengunjungi pembangununan rumah susun bagi pengajar di Sekolah Perikanan Kota Sorong.

Berdasarkan data yang ada, rumah susun Sekolah Perikanan di Kota Sorong dibangun setinggi tiga lantai. Tipe unit Rusun tersebut adalah tipe 36 meter persegi sebanyak 42 kamar. Bangunan rumah susun ini diperuntukkan bagi para pengajar di Sekolah Perikanan Kota Sorong. Rumah Susun ini dibangun oleh Kontraktor pelaksana PT. IQ Jaya Karya menggunakan dana APBN sebesar Rp. 16,4 Milyar selama 270 hari kerja.

Dalam sesi kunjungan kegiatan pembangunan Rumah Susun, Johny Subrata juga menekankan untuk mengejar progres pembangunan tanpa mengurangi kualitas bangunan. Hal ini berkaitan dengan keselamatan bagi penghuninya nanti.

"Penambahan waktu kerja dan pekerja pada pembangunan rumah susun di Kota Sorong perlu dilakukan untuk mengejar progres yang harus selesai dalam waktu dekat ini tanpa mengurangi mutu bangunan", ujar Johny Subrata.

 

Editor: Gunawan

Comment

Comodo SSL