Asmat Amin Beberkan 3 Alasan Kenapa Kementerian Perumahan Rakyat Penting

    2019-03-06

Sejumlah Narasumber di acara Rembuk Nasional yang diselenggarakan Forwapera

Jakarta, HarianProperty.com- Pada acara Rembuk Nasional yang digelar Forum Wartawan Perumahan Rakyat (Forwapera), Asmat Asmin Managing Director SPS Group menganggap pentingnya Kementerian Perumahan Rakyat. Alasan pertama Asmat Amin adalah pemerintah bisa lebih fokus mengurusi permasalah perumahan ini.

“Pemerintah mau nunjukin harga baru di 2019, sekarang sudah bulan Maret. Kalau ada departemen baru yang mengurus ini,mereka akan lebih fokus. Jadi kalau kebijakannya di 2019, di Desember 2018 kebijakan itu bisa keluar,” kata Asmat di Grand Sahid, Jakarta.

Kedua menurut Asmat Amin adalah masalah perizinan. Yang katanya 20 hari, Asmat justru menyampaikan bahwa fakta perizinan lahan bisa mencapai 200 hari.

“Untuk mengurus kajian Amdal saja sudah 115 hari, belum kajian dampak lalu lintas yang mencapai 80 hari. Total sudah 200 hari,” ujar Asmat. Asmat mengharapkan Kementerian Perumahan Rakyat dapat membuat waktu perizinan semakin cepat.

Ketiga, Asmat Amin pun menyoroti masalah lahan yang semakin terbatas. Karena itu dibutuhkan departemen khusus untuk menangani masalah ini. “Sekarang bangunan Rusunami tidak jalan. Rencananya sudah 10 tahun yang lalu. Yang saya lihat harga sudah bagus di angka Rp240 juta. Cuma harus dibatas lagi harga per meternya Rp7 juta, terus harus dibatas enggak boleh KPR Inden,” ujar Asmat.

Asmat menambahkan, harga konsruksi yang mencapai Rp7,4 juta per m2 membuat pengembang semakin berat. “Bagaimana bisa masuk kalau mereka [pengembang] suruh jual Rp7 juta. Tidak ada yang interest mengenai masalah ini. Pengembang lebih memilih mengembangkan landed,” ujarnya.

Maka dari itu Asmat Amin menilai masalah lahan ini harus menjadi concern pemerintah. “Kalau satu orang butuh 100 meter untuk membangun rumah, satu juta rumah berarti pemerintah butuh 100 juta m2. Kalau 10 juta rumah berarti butuh 1 miliar m2. Maka dari itu pemerintah harus benar-benar memperhatikan RUTR, mana untuk MBR mana yang tidak.”

Meski demikian, Asmat mengapresi pemerintah saat ini yang telah ngotot mengerjakan perumahan rakyat ini. “Apa lagi akan ada kebijakan MBR plus untuk menyasar milenial,” pungkasnya.

Editor     : Gunawan

Comment

Comodo SSL