Anton Sitorus: Situasi Politik dan Asian Games 2018 Tidak Terlalu Bepengaruh pada Sektor Properti

    2018-08-29

Dok.HarianProperty.com

Jakarta, HarianProperty.com-Dalam paparan properti ter-update, Anton Sitorus Head of Research Savills Indonesia berpendapat bahwa situasi politik yang sedang memanas saat ini serta keriaan Asian Games 2018 tidak terlalu berpengaruh pada sektor properti.

Dalam hal situasi politik, Anton mengatakan bahwa itu hanya menjadi sentimen pasar. “Ini hanya menimbulkan persepsi kepada investor untuk meng-hold,” Kata Anton di Panin Tower, Senayan City Jakarta, (29/8).

Dalam paparannya, secara keseluruhan sektor properti masih bergerak stagnan. Hal ini lantaranya tidak ada perbaikan yang signifikan pada kondisi ekonomi dan investasi.

Di sektor retail misalnya. Anton menyebut bahwa sektor masih stabil. Menurutnya, saat ini banyak mal yang melakukan renovasi dan layout ulang kepada tenant-tenantnya. “Justru saat ini adalah saat yang tepat untuk melakukan renovasi karena frekuensi penjualan yang tidak terlalu besar,” ujarnya.

Di sektor kondominium, Anton juga memaparkan bahwa kondisi kondominium di CBD juga masih stagnan meski ada penurunan volume penjualan selama dua triwulan terakhir.

Meski demikian, menurut laporan Savills Indonesia, pasokan kondominium masih sangat tinggi. Diprediksi hinggi 2021, akan ada sekitar pasokan sekitar 30.000 unit.

“Secara lokasi, memang Jakara Barat dan Selatan itu paling favorit secara demografik. Di daerah Timur juga banyak seperti Bekasi,” ungkapnya.

Tak cuma situasi politik, Anton beranggapan bahwa Asian Games 2018 juga tidak berdampak secara signfikan pada sektor properti. "Kalau peningkatan pada okupansi hotel itu wajar," ujarnya.

 Menurutnya, Indonesia tidak terlalu jor-joran dalam membangun fasilitas penunjang.

“Kita lihat Pemerintah hanya wisma Atlet 10 tower yang dibangun. Pemerintah seperti tidak ingin terlalu jor-joran. Mereka lebih fokus agar pergelaran Asian Games 2018 dapat berjalan dengan lancar dan stabil,” tuturnya.

Meski demikian, Anton menganggap bahwa ada kemungkinan bahwa setelah Pilpres 2019, pasar properti akan kembali naik. “Tidak tertutup kemungkinan bahwa setelah Pilpres pasar akan bergerak naik.”

Menurutnya, akan ada satu dari dua sektor properti yang akan lebih dahulu naik. “Kalau tidak sektor retail ya sektor resedensial,” pungkasnya.

Editor     : Gunawan

Comment

Comodo SSL