Tingkat Hunian Perkantoran di Surabaya Masih Rendah

    2018-07-07

Sumber foto: Wikipedia

Jakarta, HarianProperty.com-Laporan Colliers Internasional Q2 2018 mengungkapkan tingkat hunian di Surabaya selama 2 tahun terakhir ini masih rendah. Hal ini lantaran keberadaan ruko dan rukan yang masih menjadi pesaing terbesar pasar perkantoran di Kota Pahlawan ini.

Imbas dari turunnya okupansi ini pun memengaruhi tingkat sewa. Colliers mencatat bahwa ada penurunan tingkat sewa sebesar 5% di Q2 2018 ini.

Tak cuma okupansi, pasar perkantoran juga menunjukkan perlambatan dalam hal penjualan. Berdasarkan data Colliers, jumlah ruang kantor yang belum terserap hingga Q2 2018 ini mencapai 80.000 m2. Colliers pun memproyeksikan bahwa tingkat hunian hingga 2021 akan berada di bawah 70%.

Meski demikian, pasokan perkantoran terus berjalan. Di semester I 2018 ini, ruang perkantoran di Surabaya bertambah sebesar 340.000 m2. Diperkirakan hingga 2021 nanti, akan ada penambahan pasokan lagi sebesar 330.000 m2.

Banyaknya faktor pendorong menyebabkan pasar di Surabaya masih bergairah. Antara lain penyewa, bisnis pelayaran, asuransi dan perbankan. Seiring dengan perkembangangan start-up company, keberadaan co-working space pun mulai tumbuh di Surabaya.

Editor     : Gunawan

Comment

Comodo SSL