4 Asosiasi Perumahan Desak Pemerintah Realisasikan Penambahan Kuota Rumah Subsidi 2020

    2020-03-18

JAKARTA-Empat asosiasi perumahan yakni REI (Real Estate Indonesia), Himpera (Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat), Apersi(Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia) dan Apernas Jaya (Aliansi Pengembang Perumahan Nasional Jaya) bersatu mendesak pemerintah untuk merealisasikan tambahan kuota rumah subsidi sebesar Rp1,5 Triliun.

Ketua Umum DPP REI, Paulus Totok Lusida mengatakan realisasi terhambat karena pemerintah sering mengeluarkan aturan baru. Saat ini ada 3 skema pembiayaan rumah subsidi yang diatur pemerintah yakni FLPP ( Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan) dan SSB (Selisih Bunga Subsidi).

"Misalnya BP2BT itu, sudah muncul 2 tahun, tetapi baru berlaku 2 bulan terakhir karena aturannya sudah disamakan dengan skema lain. Begitu mulai pakai, pemerintah ganti aturan spesifikasinya pakai besi ukuran 10 milimeter dan 8 milimeter. Kita asosiasi tidak disurati sama sekali," ujarnya dalam diskusi Forwapera (Forum Wartawan Perumahan Rakyat) di bilangan Jakarta Selatan, (17/3).

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum Apersi Junaidi Abdillah. Menurutnya pemerintah, dalam hal ini Dirjen Kementerian Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menghambat realisasi penambahan kuoat rumah subsidi ini. "Dirjen ini menghambat, rakyat masih butuh rumah subsidi," ujarnya.

Meski demikian, Ketua Umum Himpera, Harry Endang Kawidjaja menganggap bahwa subsidi di bidang perumahan masih dibutuhkan. "Idealnya untuk 300 ribu perumahan setiap tahun," ujarnya. Sukiryanto, salah satu anggota DPD RI yang ikut dalam diskusi bahkan mengatakan bahwa idealnya anggaran untuk FLPP mencapai Rp27 Trilun untuk setiap tahunnya.

Sementara itu Ketua Umum Apernas Jaya, Andre Bangsawan Justru menyoroti Bank Tabungan Negara (BTN) yang merupakan salah satu bank  penyalur subsidi FLPP. Andre berharap BTN juga dapat bekerja sama baik dalam penyaluran rumah subsidi. "Tolong direksinya berhati kemanusiaan, tidak hanya sisi bisnis, tapi juga ada sisi kemanusiannya," pungkasnya.

 

Editor: Gunawan

Comment

Comodo SSL