Signify Klaim Lampu UV-C Miliknya Dapat Menonaktifkan Virus Penyebab COVID-19
- 2020-06-18
JAKARTA – Signify (Euronext: LIGHT), perusahaan di bidang pencahayaan, bersama dengan Laboratorium Nasional untuk Penyakit Infeksi Emerging (NEIDL)[1] di Universitas Boston, Amerika Serikat, telah melakukan penelitian yang memvalidasi efektivitas lampu UV-C milik Signify dalam menonaktifkan SARS-COV-2, virus penyebab COVID-19.
Sejak awal mula pandemi SARS-COV-2, Dr. Anthony Griffiths, Profesor Rekanan Mikrobiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Boston, beserta timnya terus bekerja mengembangkan alat untuk mendukung kemajuan ilmiah di bidang ini.[2] Selama masa penelitian, mereka telah mengujicoba material yang diinokulasi dengan radiasi UV-C dari lampu Signify dalam dosis berbeda, kemudian dinilai kapasitas inaktivasinya dalam berbagai kondisi. Tim menerapkan dosis 5mJ/cm2, menghasilkan pengurangan virus SARS-CoV-2 sebesar 99% dalam 6 detik. Berdasarkan data, ditetapkan bahwa dosis 22mJ/cm2 akan menghasilkan pengurangan 99,9999% dalam 25 detik.[3]
“Hasil tes kami menunjukkan bahwa radiasi UV-C di atas dosis spesifik dapat melumpuhkan virus secara menyeluruh: hanya dalam hitungan detik, kami sudah tidak lagi dapat mendeteksi adanya virus,” kata Dr. Anthony Griffiths. “Kami sangat antusias dengan penemuan ini dan berharap temuan kami dapat mempercepat pengembangan produk yang dapat membantu membatasi penyebaran COVID-19.”
Signify adalah pemimpin dalam penyediaan lampu UV-C dan telah menjadi yang terdepan untuk teknologi UV selama lebih dari 35 tahun. Perusahaan memiliki rekam jejak yang terbukti dalam inovasi pencahayaan UV-C, yang dirancang, diproduksi, dan dipasang sesuai dengan standar keamanan yang tinggi.


Comment