Konsep Unik di Proyek Baru Ciputra Residence
- 2019-10-25
JAKARTA- Selama ini banyak perumahan yang dikembangkan dengan konsep biasa saja atau tanpa fasilitas yang mumpuni layaknya kemewahan dan kemudahan di apartemen. Namun, konsep berbeda yang berangkat dari kebutuhan pasar milenial dan profesional muda terhadap hunian yang simple, dengan kemudahan akses dan diperkaya oleh fasilitas berkelas, dicetuskan oleh PT Ciputra Residence melalui produk teranyarnya yakni Citragarden Puri, Jakarta Barat.
Hadir dengan mengusung konsep serviced residence atau perumahan yang dilengkapi dengan layanan internal, Citrgarden Puri langsung diburu masyarakat.
Yance Onggo, Marketing Director PT Ciputra Residence memaparkan bahwa konsep service residence ini sebenarnya mengadopsi istilah serviced apartment ke dalam hunian rumah tapak. "Makanya kami disini memberikan lima layanan khusus sebagai nilai tambah perumahan ini," sebut Yance di hadapan awak media di marketing gallery Citragarden Puri, Kamis (26/9/2019).
Lebih rinci Yance menjelaskan kelima layanan domestik tersebut adalah concierge atau penjaga tamu, house keeping atau penjaga kebersihan, handyman atau tukang (tenaga konstruksi), self storage atau perangkat penyimpanan, dan laundry room atau ruang khusus untuk mencuci. “Selain concierge, keempat lainnya merupakan layanan berbayar yang disesuaikan dengan pemanfaatan, dan kebutuhan masing-masing penghuni,” imbuh Yance.
Tidak hanya berhenti disitu, Citragarden Puri juga menyuguhkan sistem keamanan dengan pemasangan Radio Frequency Identification (RFID). Seperti diketahui, skema seperti ini belum pernah ada sebelumnya di hunian manapun. Nantinya ini akan dipasang di gerbang utama dan klaster.
Berikutnya yang menjadi diferensiasi dari hunian di Citragarden Puri adalah seluruh unit-unit rumah didesain dengan konsep barn house. Project General Manager Citra Garden House Doni Priambodo menjelaskan, barn house merupakan gaya desain rumah yang awalnya berkembang di Jerman. Secara spesifik konsep hunian ini memiliki ciri khas plafon tinggi untuk sirkulasi udara, dan alur pencahayaan dengan memanfaatkan sinar matahari, sehingga rumah terasa lebih terang dan terbuka.
Ditawarkan mulai dari harga Rp900 juta untuk tipe 53/5x12,5 meter persegi, hingga Rp 2 miliar dengan tipe 92/7x15 meter persegi. Tersedia hanya 687 unit yang mencakup lima klister, hunian ini telah diminati sebanyak 1200 orang dengan nilai NUP sebesar Rp10 juta.
Untuk tahap pertama tersedia 640 klaster dalam empat klaster yakni Alma, Brio, Casco dan Denza. Sementara tahap kedua yang merupakan town house ditawarkan sebanyak 40 unit dengan harga jual Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar per unit.
Editor: Redaksi


Comment