Bagaimana Nasib Properti Indonesia Paska Pandemi ? Ini Kata Para Ahli

    2020-07-30

PropertyGuru bersama para expert menggelar diskusi virtual bertajuk "Properti Indonesia Paska Pandemi", Rabu (29/07).

Harianproperty.com, Jakarta- Tidak disangsikan lagi bahwa ekses dari Pandemi ini sangat menghantui seluruh segmen bisnis (salah satunya adalah sektor Property) tidak hanya Indonesia saja, melainkan hampir seluruh belahan dunia merasakan dampak ini.

Menyikapi hal diatas, beberapa pelaku bisnis, Analisa,dan pakar prop-tech terkemuka seluruh Asia-Pasifik serta rekan – rekan media mengadakan sebuah gelaran diskusi virtual dilakukan oleh PropertyGuru dan Rumah.com melalui aplikasi Zoom pada Rabu (29/07).

Salah satu benang merah yang diangkat adalah membahas keadaan serta prospek sektor properti Indonesia dan kaitannya dengan pandemi serta banyaknya peraturan perundang-undangan yang akan datang, kebijakan, serta hal-hal lain yang banyak diperbincangkan untuk perubahan di Indonesia.

Dengan mengambil tajuk “Indonesia & Asia in Transition: Post-Pandemic and Beyond” sejumlah pembicara kenamaan baik dari Indonesia maupun luar negeri turut ambil bagian dalam acara ini seperti Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Dr. Wahyu Utomo, MS, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang, Setyono “Djuandi” Darmono, Founder & Chairman, Jababeka, Budiarsa Sastrawinata, Head of Permanent Committee for Investment Property Development and Foreign Affairs, KADIN Property / Direktur Pelaksana, Ciputra Group, Doddy A. Tjahjadi, Chief Executive Officer, PTI Architects / Ketua Juri PropertyGuru Indonesia Property Awards, Hendro S. Gondokusumo, Deputy Chairman, KADIN Property, James Macdonald, Head of Researc, Savills China, Winston Lee, Director of Special Projects, PropertyGuru dan dimoderatori oleh Marine Novita, Country Manager, Rumah.com.

Pada kesempatan diskusi ini dititik beratkan kepada pemulihan prospek properti dan ekonomi di Indonesia dampak dari pandemi Covid-19, serta prospek pasar properti saat ini hingga jangka menengah. Pembahasan tersebut didukung dengan pembukaan kembali Tiongkok beberapa minggu lalu bersamaan dengan pembahasan mengenai investasi lintas negara Tiongkok di Indonesia.

Selain pembahasan diatas mengenai prospek dan harapan, diskusi ini juga membahas mengenai omnibus bills, memprediksi dampak yang diproyeksikan pada kemudahan dalam melakukan bisnis usaha khususnya segmen property, dan perubahan kebijakan dari legislatif lain yang siap menghidupkan kembali sektor property ditanah air khususnya.                                                                                                                                                                                                                                                                    Dukungan Pemerintah Melalui Kebijakan

Hendro S. Gondokusumo, Deputy Chairman, KADIN Property sebelumnya mengatakan: “Dalam situasi pandemi ini, kita perlu mengambil langkah kongkrit dan berani melangkah untuk perubahan yang lebih baik. Tidak ada yang bisa memprediksi kapan hal ini akan berakhir. Itulah sebabnya setiap gerakan positif dari pemerintah diperlukan untuk mendorong ekonomi. Karena industri properti mampu memicu 175 industri pendukung lainnya, sangat penting bagi pemerintah untuk memperhatikan sektor ini, termasuk salah satunya adalah undang-undang omnibus.”

Masih dalam bahasannya ia pun melanjutkan bahwa : “Undang-undang omnibus dan kebijakan-kebijakan lain yang sangat dinantikan harus menandai titik balik bagi sektor properti Indonesia hingga tahun depan dan sisa dasawarsa ini. KADIN secara tegas dan lugas mengatakan siap mendukung dan merangkul pergeseran paradigma ini dengan bijaksana untuk selalu membantu perusahaan dalam membentuk jalur yang lebih soft dan elegan sebagai kerangka peraturan baru. Jika dilakukan dengan baik, hal ini akan membuat kita memikirkan kembali bagaimana kita melakukan bisnis di Indonesia untuk selamanya.

Pendapat lain menurut Jules Kay, direktur pelaksana PropertyGuru Asia Property Awards and Events mengatakan: “Reformasi regulasi sangat dibutuhkan dan tidak diragukan lagi akan berfungsi sebagai katalisator untuk perubahan transformatif di Indonesia, yang tetap menjadi salah satu pasar properti PropertyGuru Asia Property Awards paling menonjol, meskipun ada tantangan dari krisis kesehatan global.

Benang merah atau pelajaran yang didapat dari ahli pasar dan pemimpin terkemuka selama pertemuan virtual ini jelas akan membuat para investor, pengembang dan arsitek merasa aman dan nyaman, dan profesional industri lainnya dengan pembelajaran yang dapat ditindaklanjuti, karena pasar properti Indonesia sedang bersiap untuk pemulihan yang kuat dan cepat.

Irama keyakinan dan optimisme juga hadir dari Doddy A. Tjahjadi beliau mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia telah stabil selama 10 tahun terakhir. “ Artinya, Indonesia tidak lama lagi akan menjadi salah satu dari 10 ekonomi terbesar di dunia,” pernyataan inilah yang membuat seluruh pelaku bisnis dalam segmen property menjadi aman dan nyaman dalam menjawab bagaimana kondisi property pasca pandemi ini.

 

 

Comment

Comodo SSL