Jembatan Leta di Maluku Diresmikan, Akses Pulau Yamdena dan Pulau Larat Semakin Mudah

    2019-01-14

sumber foto; pu.go.id

Yamdena, HarianProperty.com — Masyarakat Pulau Yamdena dan Pulau Larat di Maluku Tenggara Barat kini patut bergembira. Pasalnya, jembatan yang menghubungkan kedua pulau itu baru saja diresmikan.

Jembatan bernama Leta Ora Ralan ini diresmikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)Basuki Hadimuljono dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani pada Kamis, 10 Januari lalu.

 Pembangunan Jembatan Leta Oar Ralan yang sebelumnya dikenal dengan nama Jembatan Wear Arafura dibangun oleh Kementerian PUPR Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XVI merupakan bagian dari Nawacita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membangun Indonesia dari pinggiran.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan peresmian jembatan ini sudah lama dinantikan seluruh masyarakat di kedua pulau ini khususnya dalam memperlancar konektivitas di kawasan perbatasan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi. “Selain membangun jembatan, Kementerian PUPR juga melakukan perbaikan jalan di kedua pulau ini yang memiliki panjang 158 Km," kata Menteri Basuki sesuai dengan rilis yang diterima redaksi HarianProperty.com

Pembangunan Jembatan Leta Oar Ralan dibangun menggunakan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp. 123,07 miliar.

 Waktu pelaksanaan sejak Desember 2016 dan selesai pada November 2018 dengan kontraktor PT. Nindya Karya dan konsultan pengawas PT. Karuniya Data Konsultan - PT. Nusvey KSO.

Jembatan Leta Oar Ralan memiliki panjang 322,80 meter dan lebar 10 meter. Jenis konstruksi pondasi menggunakan tiang pancang baja 600 mm, sementara bangunan atas menggunakan konstruksi beton pracetak prategang.

Bupati MTB Petrus Fatlolon mengatakan Jembatan Leta Oar Ralan merupakan jembatan kehidupan menuju kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat Tanimbar.

Nikander Kavroli, salah seorang penduduk di Pulau Larat menceritakan sebelum adanya jembatan, akses masyarakat dari Pulau Larat untuk menuju Ibukota Provinsi yang berada di Kecamatan Saumlaki, Pulau Yamdena untuk mendapatkan fasilitas pendidikan, kesehatan maupun administrasi hanya bisa menggunakan kapal penyeberangan dengan waktu 20 menit.

"Kami masyarakat pulau Larat sangat berterimakasih kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR yang telah membangun jembatan penghubung kedua pulau ini. Masyarakat bangga, karena mendukung peningkatan ekonomi. Transportasi hasil pertanian dan hasil nelayan lebih mudah, lebih murah dan lebih cepat," kata Nikander.

Penulis  : Meridein
Editor     : Gunawan

Comment

Comodo SSL