Ini Dia Kafe Paling Instagramable Sekota Depok!

    2019-02-01

Kamu dapat berfoto dan berswa foto dengan latar seperti ini

Depok, HarianProperty.com-Selain sebagai kota pendidikan, Kota Depok juga terkenal sebagai pusat kuliner. Tak heran jika di sepanjang Jalan Margonda Raya, berjejer beragam resto dan kafe.

Ya, karena didominasi anak kuliahan yang gemar nongkrong dan ngopi, kafe dan resto di Depok pun kian ramai dikunjungi. Namun, jika biasanya kafe di Depok memiliki desain yang biasa saja, berbeda dengan kafe yang satu ini.

Di Artivator, kamu bukan hanya menemukan sebuah kafe untuk sekadar makan dan minum, tapi kamu juga dapat menyatu dengan desain di dalamnya.

Kafe Artivator terletak di Jl Pemuda, yang merupakan kawasan tua Kota Depok

“Kami ingin pengunjung yang datang ke sini, terutama anak muda semakin dekat dengan seni,” kata Masyuri Kurniawaan, arsitek sekaligus pemilik kafe Artivator.

Kafe yang terletak di Jalan Pemuda ini memang unik. Dengan konsep galeri, banyak spot-spot yang instagramable lantaran lukisan art yang ada di dalamnya.

Kebanyakan perabotan dan pernak-pernik di sini pun menyimpan nilai histori. Salah satunya batu besar yang berada di fasad kafe ini. Masyuri bercerita, batu besar itu ia ambil dari atas gunung.

“Jika biasanya batu dipecah-pecah oleh penambang, saya minta batu itu utuh dibawa dari atas gunung. Jadi agak mahal di ongkosnya,” ujarnya kepada HarianProperty.com, Minggu (27/1).

Semen ekspose membuat bangunan terkesan industrial. Kafe ini merupakan bangunan tua bekas Departemen Perhubungan

Beberapa perabotan lainnya pun punya nilai sejarah yang tinggi. Jendela di ruang meeting misalnya. Masyuri mengatakan bahwa ia mendapatkannya dari bongkaran Gedung Arsip. Jendelanya pun berkesan vintage lantaran bergaya zaman kolonial.

Tak cuma seorang arsitek, Masyuri pun ternyata seorang kolektor. Tak heran jika di beberapa sudut kafe ini terpajang barang-barang lawas yang unik. Mulai dari mesin tik tua, televisi jadul hingga kaleng-kaleng yang di-reuse sehingga memiliki nilai seni yang tinggi.

Barang-barang ini pun sejalan dengan gaya arstektur yang dipilih Masyuri. Masyuri mengaku, ia tak ingin mengubah tampilan eksisting di Artivator ini.

Kafe Artivator, yang memang merupakan bangunan tua bekas Departemen Perhubungan ini ia biarkan dengan gaya lawasnya.

Ademas Muhammad Daniswor, Pemilik Artivator

Pada dinding misalnya. Arsitek hanya melakukan finishing dengan semen ekpose. Alhasil, karakter bangunan dengan langgam industrial begitu terlihat.

Pemilik pun hanya mengubah sekat-sekatnya di dalamnya saja, tanpa mengubah bangunan utama.

Untuk mengelola kafe, Masyuri mempercayakannya kepada anaknya, Ademas Muhammad Danisworo (20). Meski baru semester 5 di Universitas Indonesia, Demas sudah dipercaya untuk menjalankan bisnis keluarganya ini.

Rencannya setiap 3 bulan sekali, tema kafe Artivator ini akan berganti-ganti

Tak cuma sebagai tempat nongkrong, di sini juga ada 2 ruang meeting yang mampu menampung 20 orang lebih. Harganya pun mulai dari Rp250 ribu per dua jam.

Ke depan, tak hanya sebagai tempat meeting, galeri, pameran ataupun wedding, Kafe Artivator juga akan menjadi tempat para startup menjalankan usahanya.

“Kami lagi bikin 5 tempat lagi di belakang untuk startup,” kata Masyuri.

Di Artivator kafe ini, kamu dapat menikmati makanan lokal yang memanjakan lidah. Salah satu menu favorit di sini adalah Nasi Kecombrang, Nasi Goreng Kampung dan Nasi Goreng Lidah Sapi Sambel Hijau. Selamat berkunjung. Semoga menginspirasi.

Editor     : Gunawan

Comment

Comodo SSL