Basecamp Pendaki di Pegunungan Islandia Ini Punya Desain Kece Badai

    2018-08-08

Sumber foto: Dezeen

HarianProperty.com-Aktivitas mendaki gunung adalah kegiatan yang mengasyikkan bagi mereka yang hobi. Dalam perjalanan ke puncak gunung, ada beberapa istilah bagi para pendaki untuk menandai sejauh mana perjalanan mereka.

Biasanya mereka menyebutnya dengan sebutan ‘pos’. Pos atau shelter, adalah tempat mereka untuk beristirahat sejenak, atau bahkan bermalam.

Jika pos pendakian lazimnya hanya sebuah tanah lapang, tidak dengan pos di Pegunungan Islandia ini. Utopia Arkitekter, kantor arsitektur yang merancang, membuat sebuah basecamp keren dengan arsitektur yang ciamik.

Bangunannya terdiri dari empat piramid tajam dengan atap berwarna biru muda yang mencolok. Bangunan piramid dipilih untuk memberikan stabilitas pada struktur bangunan sedangkan atap tenda berwarna biru erat hubungannya dengan atap tradisional di Islandia. Seperti kita ketahui, biru adalah warna Ibu Kota Islandia.

Skyli, sebuatan bangunan ini, dirancang sebagai tempat beristirahat para pendaki. Ruangan dapat mengakomodasi hingga 15 pendaki. Terdapat ruang memasak, pakaian kering dan tempat menyimpan peralatan gunung.

Yang menarik, terdapat jendela besar yang menawarkan pemandangan lansekap gunung yang memesona.

Baca juga: Ternyata Garasi Mobil Bisa Jadi Tempat Tinggal yang Nyaman              

Tak sekadar nyaman, bangunannya juga didesain untuk kondisi cuaca esktrim di Pegunungan Islandia. Kekuatannya berkat kayu yang dilapisi baja. “Bahan-bahannya harus ramah lingkungan dan juga tahan terhadap cuaca ekstrim,” kata Direktur Kreatif Utopia Arkitekter.

Material atap dibuat dari teknologi berbasis bio, menggunakan minyak rapeseed yang dapat menahan suhu di bawah titik beku dan paparan radiasi UV yang tinggi. Bahan ini juga tahan terhadap korosi sehingga cocok untuk daerah tinggi dan di cuaca pegunungan.

Dari luar, bangunan dikonsep dengan dua pintu masuk yang ditempatkan di titik utara dan selatan sehingga terlindung dari hempasan angin. Pintu juga dirancang miring ke dalam sehingga otomatis tetap tertutup untuk menjaga kehangatan di dalam ruangan.

Ruang ketiga adalah area untuk makan lengkap dengan meja dan bangku. Sementara kamar keempat mengakomodasi peralatan masak yang dilengkapi gas.

Salah satu ide genius dari arsiteknya adalah pengolahan air bersih. Ada sebuah tangki khusus untuk menampun air hujan yang turun. Air tersebut nantinya bisa digunakan untuk mencuci dan memasak.

Untuk mensuplai listrik, sebuah panel surya disiapkan untuk menangkap cahaya matahari. Nantinya, panel itu akan mengumpulkan daya dan akhirnya dapat digunakan penerangan dan pengisian baterai.

Proyek ini sebenarnya bertujuan untuk ajang perlombaan. Mesiki tidak menang, desain basecamp ini meraih nominasi penghargaan World Architecture Festival tahun 2017 lalu. Bagaimana? Keren bukan?

Baca juga: Wow! Gedung Pencakar Langit di China Ini Punya Air Terjun Setinggi 108 Meter

Sumber: dezeen.com

Editor     : Gunawan

Comment

Comodo SSL